Menyikapi Permasalahan

March 10, 2012 § 1 Comment

Kehidupan di dunia adalah siklus permasalahan yang sambung menyambung 

Terus menerus seperti itu, tidak akan pernah berhenti. Well,,,pasti berhenti, ketika kita tidak bernyawa lagi. Semua manusia pasti mempunyai permasalahannya sendiri-sendiri, siapa pun itu. Lihat saja SBY yang harus memikirkan nasib lebih dari 200 juta rakyatnya, cape?tentu saja, lelah?pasti. Lihat saja kantung mata beliau yang makin menebal belakangan ini.

Yah, siapapun kita, selama kita hidup di dunia ini maka bersiaplah untuk menghadapi segudang permasalahan hidup, sambung menyambung menjadi satu. Setiap orang tentu saja memiliki cara dan penyikapan yang berbeda terhadap permasalahannya, tentu saja, karena setiap kita adalah unik dan berbeda, banyak faktor yang mempengaruhinya. Tentu saja cara dan penyikapan yang berbeda akan melahirkan dampak yang berbeda pula.

Yang perlu diingat dan diyakini adalah bahwa segala permasalahan, cobaan hidup atau apapun itu adalah sebuah bentuk pelatihan, sarana untuk melatih diri kita untuk menjadi manusia yang tangguh dan menjadi lebih baik lagi. Dan sejatinya jika kita bisa dan mau belajar untuk bijak dan piawai dalam menghadapi permasalahan, maka kita akan selalu merasa bahwa hidup itu indah dan nikmat.
AlhamduliLlah ‘ala kulli haal

Easier said than done. Yah memang, lebih mudah untuk berkata daripada melakukannya. Tapi toh yang penting ada niat dari hati dan mulai belajar untuk bijak, walau kecil usaha kita yang penting adalah konsistensinya.

Allah bersabda, bahwa Dia lebih menyukai amal yang kecil tapi konsisten. 🙂

Ketika kita berhadapan dengan permasalahan, maka kita akan bereaksi dan reaksi ini akan mencerminkan akhir dari benturan dirinya dengan permasalahan tersebut. Jadi sebenarnya yang menjadi persoalan itu bukan permasalahannya, akan tetapi reaksi kitalah yang lebih penting, sikap kita dalam menyikapi permasalahan yang ada.

Ada kisah yang menarik tentang sikap seseorang terhadap permasalahnnya, kisah ini saya dapat dari bukunya Aa Gym.

“Ada sepasang kakak-beradik penjual tape yang sedang mempersiapkan barang dagangannya. Dan mereka harus bersiap-siap dari subuh karena jauhnya perjalanan yang harus mereka tempuh. Sesi awal perjalanan itu adalah berjalan melalui pematang sawah sebelum sampai ke tempat mobil yang akan mengantar mereka ke kota.

Di tengah perjalanan melewati sawah, karena licin dan masih gelap, sang kakak terpeleset, jatuh dan kayu pikulan yang disandangnya patah. Tape yang sedianya menjadi tumpuan calon penghasilannya pun jatuh berserakan ke sawah. Kotor dan tidak bisa dijual. Sang kakak menggerutu karena tape-tape yang diharapkan jadi pemasukan hari itu gagal untuk dijual, ia sangat kecewa, dan akhirnya ia memutuskan untuk kembali pulang ke rumahnya, sedangkan sang adik tetap melanjutkan perjalanannya.

Tak lama kemudia, sang kakak yang sudah berada di rumahnya menerima kabar bahwa kendaraan yang dinaiki oleh para penjual tape mengalami kecelakaan dan semua penumpangnya mengalami cedera. Sang kakak tentu saja kaget. Ia merasa beruntung karena tidak jadi melanjutkan perjalanannya ke kota. Dia mengandai-andai jika ia tetap melanjutkan perjalanan ke kotanya, pasti ia akan mengalami hal yang sama dengan penumpang yang lainnya itu.”

Demikianlah beberapa saat sebelumnya dia menggerutu dan kecewa karena dia terpeleset, kayu pikulannya patah, dan ia menganggap itu semua sebagai sebuah bentuk kesialan. Tapi pada akhirnya ia menganggap bahwa dirinya beruntung dibanding dengan sang adik dan teman-teman sesama penjual tape lainnya.

Hikmah dari cerita di atas adalah bahwa yang jadi masalah itu bukanlah perstiwa terpelesetnya atau patahnya kayu pikulan,,,akan tetapi sikap kita dalam menghadapi permasalahan tersebut.

Ada beberapa kiat agar kita bisa menjadi manusia yang terampil dan piawai dalam menghadapi berbagai macam persoalan hidup.

Nantikan di sesi selanjutnya 🙂

Advertisements

Kejutan Indah dan Pahit itu…

December 16, 2011 § 1 Comment

bila kita menyukai kejutan indah dibalik setiap kepahitan

lalu mengapa acap kali kita membenci kejutan pahit dibalik setiap keindahan

padahal itu salah satu caraNya bicara pada kita…

If my heart was a house…

December 16, 2011 § Leave a comment


You’re the sky that I fell through
And I remember the view whenever I’m holding you
The sun hung from a string
Looking down on the world as it warmed over everything
Chills run down my spine as our fingers intwine
And your sighs harmonize with mine
Unmistakably I can still feel your heart
Beat fast when you dance with me

We got older and I should have known
(Do you feel alive?)
That I’d feel colder when I walk alone
(Oh, but you’ll survive)
So I may as well ditch my dismay
(Bombs away… Bombs away…)
« Read the rest of this entry »

Sate Afrika

December 15, 2011 § 1 Comment

sate afrika
PENAH DENGAR “SATE AFRIKA”?. masakan yang konon katanya masakan khas dari Afrika ini enak loh, seus pisan. jadi ceritanya di kantor saya ada yang baru diangkat jadi pegawai, udah dapat SK pengangkatan, itu artinyaaaaaa…….

yak syukuran 🙂 walopun pada kenyataannya mirip dengan miritin orang, anak baru, newbie, hihihi,,,kesempatan 😀

gk juga ah, kami gk sekejam itu lah, hmm sebenernya syukuran dengan traktiran semacam ini udah jadi tradisi di lantai kami (lantai 5), entah siapa yang memulai, pokonya waktu itu saya kaget juga begitu datang dengan sumringah sambil menenteng (menjinjing?) sk pengangkatan di tangan, tiba-tiba pegawai senior (yang masih muda) langsung pada nagih,,,”syukuran dimana?”. akhirnya setelah koordinasi dengan PBD -pegawai baru diangkat- yang lain akhirnya kita menraktir kakak-kakak senior,,,dengan motto “hari ini harus lebih baik dari hari kemarin”, tau maksudnya?
« Read the rest of this entry »

way to go there

December 13, 2011 § Leave a comment

This slideshow requires JavaScript.

a day to build our dream

December 13, 2011 § 1 Comment

sms dari Aa…

December 13, 2011 § Leave a comment

pagi-pagi udah dapat guyuran nasihat…mudah-mudahan diistiqomahkan dalam kebaikan…

sms ceria pribadi dari Aa Gym pagi ini :

“Sesungguhnya Allah tdk melihat tubuh-tubuh kalian, tdk pula penampilan kalian, tetapi Dia melihat hati kalian”
(HR.Muslim)

« Read the rest of this entry »